SMA Negeri 1 Beduai dan FIPPS UPGRI Pontianak Gelar Workshop Penguatan Karakter Berbasis Sejarah Lokal

BEDUAI – SMA Negeri 1 Beduai, bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Pengetahuan Sosial (FIPPS) Universitas PGRI Pontianak (UPGRI), menyelenggarakan Workshop Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Sejarah Lokal. Acara ini berlangsung pada Rabu, 21 Agustus 2024, dan dibuka secara resmi oleh Dekan FIPPS UPGRI Pontianak, Eka Jaya Putra Utama, M.Pd.

Workshop tersebut melibatkan beberapa program studi, yaitu Prodi Pendidikan Sejarah, Prodi Pendidikan Teknologi Informasi, dan Prodi Bimbingan dan Konseling. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah menanamkan nilai-nilai luhur kepada siswa melalui pemahaman sejarah lokal, meningkatkan minat terhadap sejarah daerah, serta membekali peserta dengan keterampilan penelitian dan penulisan karya ilmiah.

Dalam sambutannya, Dekan FIPPS, Eka Jaya Putra Utama, M.Pd, menekankan pentingnya sejarah lokal sebagai sarana pendidikan karakter. “Sejarah lokal adalah cerminan identitas masyarakat. Melalui workshop ini, kami ingin siswa memahami nilai-nilai luhur yang dapat menjadi fondasi karakter mereka sebagai generasi penerus bangsa,” ungkapnya.

Workshop ini terdiri dari beberapa sesi penting:

1. Pendidikan Karakter Berbasis Sejarah Lokal

Sesi ini dibawakan oleh dosen dari Prodi Pendidikan Sejarah. Mereka menjelaskan nilai-nilai moral dan budaya yang terkandung dalam sejarah Beduai dan sekitarnya.

2. Pemanfaatan Teknologi dalam Penelitian Sejarah

Dosen Prodi Pendidikan Teknologi Informasi memberikan pelatihan tentang penggunaan perangkat lunak untuk membantu siswa dalam proses pengumpulan data dan penyusunan karya tulis.

3. Bimbingan Psikologis untuk Penguatan Karakter

Prodi Bimbingan dan Konseling membahas strategi pengembangan karakter siswa melalui pendekatan psikologis yang relevan dengan pembelajaran sejarah.

Workshop ini tidak hanya berfokus pada siswa, tetapi juga memberikan wawasan baru bagi para guru tentang cara mengintegrasikan nilai-nilai sejarah lokal ke dalam pembelajaran.

Salah satu dosen dari Prodi Pendidikan Sejarah menyampaikan, “Kami berharap siswa tidak hanya memahami sejarah, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Guru pun dibekali metode kreatif dan inovatif untuk mengajarkan sejarah lokal.”

Para siswa SMA Negeri 1 Beduai sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Salah satu peserta mengatakan, “Saya jadi lebih bangga dengan sejarah daerah kami. Ternyata, banyak sekali nilai-nilai positif yang bisa dipelajari dan diterapkan.”

Kegiatan ini diharapkan memberikan dampak jangka panjang bagi siswa, guru, dan dunia pendidikan di Kabupaten Sanggau, khususnya SMA Negeri 1 Beduai. Selain memperkuat karakter siswa, kegiatan ini juga mendukung pelestarian sejarah lokal sebagai warisan budaya yang tak ternilai.

Pada akhir acara, Dekan FIPPS UPGRI Pontianak menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak yang terlibat. “Sinergi antara universitas dan sekolah menengah atas seperti ini adalah langkah konkret untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Semoga ke depan, kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan,” pungkasnya.