Aksi Nyata Dosen Pendidikan Geografi, Ajak Anak TK Jadi Agen Perubahan Lingkungan

PONTIANAK – Dalam langkah nyata mendukung pelestarian lingkungan, dosen Program Studi Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Pendidikan dan Pengetahuan Sosial Universitas PGRI Pontianak menggelar kegiatan edukatif yang melibatkan anak-anak usia dini di TK Pembina Kecamatan Pontianak Selatan.

Program ini mengusung tema pengenalan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) untuk membangun kesadaran lingkungan sejak dini. Kegiatan ini dikemas dengan pendekatan kreatif dan menyenangkan untuk mempermudah anak-anak memahami pentingnya menjaga lingkungan.

Beberapa aktivitas menarik yang dilakukan meliputi mewarnai gambar bertema lingkungan, menyusun puzzle edukatif, hingga membuat kerajinan tangan dari barang bekas. Anak-anak juga diajak untuk berpikir kritis mengenai dampak sampah dan bagaimana mereka bisa berkontribusi mengurangi limbah.

Salah satu kegiatan favorit adalah pembuatan pot tanaman dari botol plastik bekas. Dengan bantuan para dosen, anak-anak menghias botol plastik hingga menjadi pot yang unik. Selain melatih kreativitas, kegiatan ini juga mengajarkan anak-anak pentingnya memanfaatkan kembali barang-barang yang sudah tidak terpakai.

Ketua tim pengabdian masyarakat, Ibu Rina, menyampaikan bahwa program ini bertujuan menanamkan nilai-nilai lingkungan kepada anak-anak sejak usia dini.

“Kami berharap program ini dapat memupuk kesadaran dan tanggung jawab lingkungan pada anak-anak, sehingga mereka tumbuh menjadi generasi yang peduli dan berperan aktif dalam menjaga kelestarian bumi,” ujarnya. Rabu, 4/12/2024

Program ini mendapat sambutan hangat dari berbagai pihak. Orang tua siswa, Ibu Rika Angela, mengungkapkan rasa bangganya terhadap perubahan positif pada anaknya.

“Sekarang anak saya lebih peduli terhadap lingkungan, bahkan dia selalu mengingatkan saya untuk membuang sampah pada tempatnya,” katanya dengan antusias.

Kepala Sekolah TK Pembina, Ibu Cicik Sulistyowati, S.Pd., Aud., juga mengapresiasi kegiatan ini.

“Program ini sangat bermanfaat, tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai kerja sama dan menghargai hasil karya orang lain. Saya berharap kegiatan ini bisa menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lainnya,” katanya.

Kegiatan ini membuktikan bahwa pendidikan lingkungan dapat dilakukan dengan cara yang sederhana namun bermakna, bahkan untuk anak usia dini.

Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus dikembangkan untuk melahirkan generasi yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan dan turut berkontribusi menciptakan masa depan yang lebih hijau.