Lintas-News, Maluku – Gerakan Revolusi Jalanan Kabupaten Buru Melakukan Aksi Turun Ke Jalan Di Depan Mapolres Buru, Kantor Dinas Perindustrian Dan Perdagangan (Disperindag), Serta Kantor DPRD Kabupaten Buru, Provinsi Maluku Pada Hari Selasa (11/11/2025).
Aksi Tersebut Menyoroti Maraknya Peredaran Bahan Kimia Berbahaya (B3) Di Wilayah Pertambangan Emas Ilegal Gunung Botak.
Para Pendemo Menuntut Aparat Penegak Hukum Segera Menindak Tegas Para Pelaku Yang Terlibat, Terutama Seorang Cukong Yang Disebut-sebut Bernama Dewa, Warga Unit 17 Desa Parbulu.
Menurut Informasi Yang Disampaikan Para Pendemo, Sebanyak 700 Kaleng Bahan Kimia Berbahaya Diduga Telah Diedarkan Oleh Dewa Untuk Aktivitas Tambang Ilegal Di Kawasan Tersebut.
Dalam Orasinya, Koordinator Aksi Moksen Umasugi Menyampaikan Kekecewaannya Terhadap Lambannya Aparat Dalam Menindak Para Pelaku.
“Ini Persoalan Salah Satu Mafia Yang Bernama Dewa. Karena Dia Sampaikan, Kalau Mau Demo Ya Demo Saja,” Ujarnya Kepada Wakapolres Buru Saat Berorasi Di Depan Mapolres.
Ia Juga Menilai Bahwa Keberadaan Para Mafia Tambang Tersebut Telah Melecehkan Institusi Penegak Hukum Di Pulau Buru.
“Kami Menyebut Nama Ibu Kapolres Karena Instrumen-Instrumen Besar Seperti Penegak Hukum Di Pulau Buru ini Telah Diejek-ejek Oleh Si Dewa,” Tegasnya.
Mereka Mendesak Agar Polres Buru Segera Melakukan Penangkapan Terhadap Dewa Dan Jaringan Para Mafia Lainnya Yang Diduga Menjadi Dalang Peredaran Bahan kimia berbahaya Di Kawasan Tambang Emas Ilegal Gunung Botak
Tak Hanya Itu, Pihak Penegak Hukum Turut Serta Mengawali Aksi Gerakan Revolusi Jalanan Di Simpang Lima Namlea, Mapolres Buru, Disperindag Kabupaten Buru, Serta Kantor DPRD Buru
“Dalam Waktu Secepatnya Segera Lakukan Penangkapan Terhadap Dewa. Ada Juga Mafia-Mafia Lain, Namun Si Dewa ini Kepalanya,” Tambahnya.
Selain Dewa, Para Massa Aksi Mahasiswa Juga Menyebut Sejumlah Nama Lain Yang Diduga Terlibat Dalam Jaringan Bahan Kimia Berbahaya (B3) Di Wilayah Gunung Botak, Antara Lain:
• Dewa – Unit 17
• Herton – BTN Namlea
• Febi Palu – Unit 18
• Piyoto – Unit 18
• Haji Anas – Unit 15.( Tutupnya)
(Haris)












