LINTAS NEWS, PONTIANAK – Pengamat Hukum dan Kebijakan Publik Kalbar angkat bicara soal gonjang-ganjing terkait pemberitaan soal Dermaga di Teluk Batang, Kayong Utara, Kalimantan Barat diduga tidak memiliki izin resmi dari pemerintah
“Terkait gonjang-ganjing yang berkembang saat ini dengan adanya Terminal Khusus (Tersus) di Telok Batang yang disinyalir bahwa tidak memiliki perizinan. Namun setelah kita konfirmasi dengan berbagai pihak dan juga ada beberapa data-data terkait dermaga tersebut, ternyata sudah sebagian mengantongi izin,” sampainya Dr. Herman Hofi Munawa kepada awak media. Senin, 22 Juli 2024, sore.
Pria yang akrab disapa Heman Hofi mengucapkan terima kasih kepada Haji Marhali yang telah membangun Dermaga/Tersus. Menurutnya dermaga tersebut sangat penting dan juga sangat bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Kayong Utara dan Kabupaten Ketapang, karena pintu masuk lewat sungai atau laut menggunakan dermaga yang dimiliki oleh Haji Marhali.
“Dermaga/Terminal Khusus tadinya yang berada di Telok Batang, jadi ketika itu pelabuhan tidak ada, maka bisa dipastikan bahwa perekonomian di daerah itu akan menjadi sebagian masalah, karena satu-satunya pelabuhan yang ada di Kayong Utara dan penghubung juga Kabupaten Ketapang,” ungkapnya.
“Jadi saya pikir mudah-mudahan kedepan akan sempurna dan akan terus diperbaiki terkait persoalan perizinan dan sebagainnya. Dan kita lihat disini ada beberapa perizinan yang dimiliki oleh beliau. Tetapi yang pasti bahwa Terminal Khusus bermanfaat bagi masyarakat khususnya di dua kabupaten tersebut,” tambahnya.
“Sekali lagi saya katakan bahwa itu merupakan suatu sumber yang bisa menggerakan perekonomian di dua Kabupaten,” terangnya.
Dirinya berharap kedepannya khususnya di Kabupaten Kayong Utara tentunya sebagai pemerintah daerah untuk membangun terminal lagi, karena terminal atau pelabuhan yang ada saat ini sangat padat, dan hampir pagi subuh sampai tengah malam terus-menerus kapal berdatangan di terminal tersebut.
“Bahkan ada beberapa daerah lainnya juga yang menggunakan terminal khusus yang ada di Teluk Batang milik Haji Marhali, kita juga berharap kedepannya akan semakin sempurna dan barangkali tinggal membenahi manajemenya, sehingga betul-betul nanti bisa semakin sebagai pemacu perekonomian di dua Kabupaten,” ungkapnya.
Dirinya juga menyampaikan terkait perizinan dari KSOP yang kurang tepat, ia melihat terminal khusus itu untuk kepentingan yang seharusnya mendapatkan dukungan yang sedemikian dari berbagai pihak, namun Tersus itu perizinan sudah ada.
Dikatakan Herman Hofi terkait apa yang dikatakan pemerintah atau KSOP sendiri tidak memberikan izin, suatu hal yang keliru. Sebetulnya ada rekomendasi dari pemerintah kabupaten dan juga di provinsi yang berkaitan dengan itu, ia melihat diberbagai daerah bahwa Tersus maupun TUKS untuk di bina, karena sudah menjamur diberbagai tempat, bahkan tidak terkontrol dengan baik.
“Saya melihat terminal di Telok Batang sangat bermanfaat sekali bagi masyarakat dan semua lapisan masyarakat serta kapal-kapal bersandar disitu. Saya membayangkan kalau terminal itu tidak ada, saya yakin ekonomi di Kayong Utara dan Ketapang sebagian akan lumpuh,” pungkasnya Herman Hofi Munawar (Hadin)












