Polemik Pembangunan Masjid Kota Juang Melawi, Proyek Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi

Gambar Penampakan Retakan di Masjid Kota Juang

MELAWI – Pembangunan Masjid Kota Juang Melawi, yang terletak di Jalan Juang km 6, Nanga Pinoh, saat ini tengah menjadi sorotan publik, Banyak pihak menduga bahwa proyek tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan, atau dalam istilah teknisnya, “down spek.”

Dari hasil Investigasi TIM dilapangan terkait Pembangunan tersebut menggunakan Dana APBD Anggaran Tahun 2023 sebesar Rp Rp (4.12.439.694.48,). Namun belum sampai satu tahun pembangunan itu terlihat jelas latai Dak retak retak dan Plafond berjatuhan akibat pemasangan rangka besi yang diduga tidak sesuai dengan Spek. (Down Spek).

Kemudian Tim media Lintas News mengkonfirmasi Kadis Perkim Kabupaten Melawi pada tanggal (07/08/2024) dengan jawaban “Pekerjaan tersebut sedang dilanjutkan dan tetap akan dilakukan Penyempurnaan-Penyempurnaannya sehingga pada akhirnya berfungsi dengan baik dan maksimal”.ucapnya Kadis melalui Via WatshaAp.

Terkait pekerjaan Pembangunan Masjid Kota Juang Melawi pada APBD Anggaran Tahun 2023 yang terjadi keretakan dan plafond yang mulai runtuh menurutnya.

Diakatan dia lagi, “Itu Plesterannya untuk Beton dan Plat nya tidak masalah” jelasnya

Penjelasan dari Kadis Perkim Melawi bahwa kekurangan dan kerusakan pekerjaan itu yang menggunakan Anggaran Tahun 2023 (sudah serah terima) tersebut akan dikerjaan dan disempurnakan pada Tahun Anggaran 2024. Diketahui saat ini sudah dianggarkan sebesar Rp 9.946.900.000.00,- Bahkan sudah dikerjakan oleh kontraktor pelaksanan CV ANEKA KARYA.

Selanjutnya, Tim media Lintas News mengkonfirmasi dengan pihak Kontraktor Pelaksana yaitu, CV ANEKA KARYA disampaikan Direkturnya langsung pada Kamis, (8/8/2024).

“Waduhh maaf Pak terkait pekerjaan Tahun 2023 saya gak tahu jelas detailnya karena saya Juni 2024 baru jadi Direktur CV ANEKA KARYA,” sampainya pria yang diketahui Direktur CV ANEKA KARYA.

Dugaan dalam pekerjaan anggaran Tahun 2023 terkesan dipaksakan untuk mengejar target penyerapan Anggaran, dimana pekerjaan Plafond sudah di Finishing, Gypsum dan cat juga difinishing, pada hal pekerjaan listrik lampu-lampu dan sound system belum terpasang, bahkan instalasi juga belum terpasang. Hal ini akan mengakibatkan pemborosan anggaran, karena untuk pekerjaan pemasangan Mecanical Eletrikal (ME) lampu-lampu dan Sound Sistem Gypsum-Gypsum, Plafond mesti harus dibongkar kembali. Bersambung,.. (tim)