KUBU RAYA – Setelah menjalani kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) selama sebulan penuh di perkampungan pelosok desa. Para mahasiswa Universitas Djuanda Bogor resmi menutup kegiatan tersebut dengan acara perpisahan yang diadakan di Lembaga Al-Itqon.
Acara ini dihadiri ketua Lembaga Al-Itqon H. Sulaiman dan pengurus lembaga, serta tokoh masyarakat dan warga Parit Madura, Desa Pasak Piang, Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya. Minggu, 25 Agustus 2024 malam.
KKN yang diikuti mahasiswa ini bertujuan untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang telah mereka dapatkan selama di bangku kuliah dan memberdayakan masyarakat desa melalui berbagai program yang telah mereka rancang.
Selama KKN, para mahasiswa aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan, mulai dari memberikan pendidikan non-formal, pendampingan usaha mikro, hingga penyuluhan kesehatan.

Lembaga Al-Itqon menjadi salah satu lokasi utama kegiatan para mahasiswa. Di sini, mereka membantu menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar bagi anak-anak desa, memberikan pelatihan kepada para pengajar, serta membantu meningkatkan kualitas pendidikan di lembaga tersebut. Kontribusi mahasiswa KKN Djuanda Bogor disambut dengan antusias oleh warga dan pengurus Lembaga Al-Itqan.
Dalam sambutannya, Kepala Lembaga Al-Itqon, Ustaz H. Sulaiman mengungkapkan rasa terima kasih kepada para mahasiswa yang telah memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan di Kampung Parit Madura, Desa Pasak Piang.
“Kami merasa sangat terbantu dengan kehadiran adik-adik mahasiswa di sini. Mereka tidak hanya memberikan ilmu, tetapi juga semangat kepada anak-anak dan masyarakat kami. Semoga pengalaman ini menjadi kenangan indah bagi semua pihak,” ujarnya H. Sulaiman.

Salah satu ketua mahasiswa KKN, juga menyampaikan kesan dan pesan mewakili rekan-rekannya. Ia mengungkapkan rasa syukurnya bisa berkontribusi di Parit Madura dan berharap hubungan baik yang telah terjalin dapat terus berlanjut.
“Kami belajar banyak dari masyarakat di sini, khususnya tentang kebersamaan dan gotong royong. Semoga apa yang kami berikan bermanfaat dan hubungan ini tidak putus sampai di sini,” ungkapnya dengan penuh haru ketua KKN
Acara perpisahan ini diakhiri dengan sesi foto bersama, pemberian cinderamata dari Lembaga Al-Itqon kepada mahasiswa. Tidak sedikit dari para mahasiswa dan warga yang menitikkan air mata saat momen perpisahan, menandakan betapa eratnya hubungan yang telah terjalin.
Berakhirnya KKN ini, para mahasiswa akan kembali ke kampus untuk melanjutkan studi mereka, sementara warga Parit Madura tetap melanjutkan kehidupan dengan semangat baru yang diharapkan dapat terus berkembang berkat ilmu dan pengalaman yang telah dibagi oleh para mahasiswa KKN. (HD)












