PONTIANAK – Sebuah potongan video yang menampilkan Calon Gubernur Kalimantan Barat (Cagub Kalbar) Ria Norsan mencium tangan Drs. Cornelis mantan gubernur periode 2008-2018, mendadak menjadi sorotan di berbagai kalangan.
Tidak hanya ramai dibicarakan di media sosial, video tersebut juga menjadi topik hangat di warung-warung kopi, tempat favorit masyarakat untuk berkumpul dan berdiskusi.
Dalam video yang beredar, terlihat Cagub Kalbar dengan penuh rasa hormat mendekati mantan gubernur, kemudian dengan sikap rendah hati mencium tangan tokoh yang pernah memimpin Kalimantan Barat selama dua periode tersebut.
Tindakan ini menimbulkan berbagai spekulasi dan reaksi dari masyarakat. Di beberapa warung kopi, penikmat kopi ramai-ramai membahas aksi itu sebagai simbol penghormatan terhadap senior, sementara sebagian lainnya melihatnya dari sudut pandang politis, terutama mengingat tahun politik yang sedang berlangsung.
“Ini sikap hormat kepada seniornya, mungkin ini tradisi yang ingin dilestarikan. Bagaimanapun, beliau adalah tokoh penting bagi Kalbar,” ungkap salah satu warga yang tengah menikmati kopi di sebuah warung di Pontianak.
Di sisi lain, ada pula yang berpendapat bahwa aksi tersebut bisa menjadi langkah strategis dalam upaya meraih simpati dan dukungan dari kalangan loyalis mantan gubernur.
“Mungkin ini juga bagian dari strategi politik. Kita tahu bahwa mantan gubernur masih memiliki pengaruh kuat di kalangan masyarakat,” ujar seorang pengamat politik lokal yang turut mengamati fenomena ini.
Video tersebut kini beredar luas di berbagai platform media sosial, dan terus menjadi perbincangan hangat, tidak hanya di dunia maya, tetapi juga di warung-warung kopi yang menjadi pusat pertemuan warga untuk berdiskusi soal isu-isu terkini.
Terlepas dari berbagai spekulasi yang muncul, kejadian ini sekali lagi menunjukkan betapa politik lokal di Kalimantan Barat selalu menarik perhatian, terutama jelang pemilihan gubernur yang datang.
Bagaimana menurut Anda? Apakah ini murni bentuk penghormatan atau ada makna politik di baliknya? Diskusi di warung kopi tampaknya akan terus berlanjut.












