Pondasi Bangunan SPAM Mulai Retak, Proyek Rp 89 M, Mulai Bermasalah

lintasnews, Kalbar – Terlihat Pondasi bangunan SPAM Sungai Bemban senilai Rp 89,014 M di Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat, dikerjakan oleh PT Fatimah Indah Utama mulai timbul masalah, dari pantauan dilapangan terlihat Pondasi mulai ada yang retak hingga menganga.Fakta dilapangan mengindikasikan bahwa Proyek senilai Rp 89.014 M ini Anggaran TA 2024 Kabupaten Mempawah Propinsi Kalimantan Barat ini mulai bermasalah,

Pihak Kontraktor proyek ini hingga tim dari wartawan media ini turun ke lapangan baru-baru ini, belum terlihat pihak kontraktor melaksanakan kewajiban Pemeliharaan. Beberapa fasilitas di Proyek SPAM Sungai Bemban terlihat belum dirampungkan oleh pihak Kontraktor, sementara Provisional Hand Over (PHO) proyek ini telah dilaksanakan sejak 27 Desember 2024.

Dari data dan informasi yang diperoleh dilapangan berikut ini ada beberapa Item pekerjaan pada Proyek Belanja Modal pembangunan SPAM jaringan perpipaan di Kawasan Perkotaan, Kabupaten Mempawah dari APBD TA 2024.

“Pekerjaan pendahuluan, pekerjaan intake & pipa transmisi air baku, pekerjaan pembangunan Instalasi Pengolah Air (IPA) kapasitas 100 L/detik, pekerjaan pembangunan reservoir 1000 m3, pekerjaan booster sungai batang, pekerjaan rumah pompa distribusi, pekerjaan perpipaan intake, flow meter dan perpipaan distribusi, pekerjaan pengadaan dan pemasangan peralatan mekanikal & elektrikal, pekerjaan bangunan rumah genset, gardu dan trafo, pekerjaan pembangunan rumah pembubuh dan gudang kimia, pekerjaan kantor pelayanan, pekerjaan bangunan sludge dry bed serta pekerjaan site development”.

Kemudian, “Pembangunan jaringan pipa distribusi SPAM Sungai Bemban yang meliputi Pekerjaan Pengadaan dan Pemasangan, Pengadaan Pipa dan Aksesoris Pipa, Pekerjaan Pemasangan Pipa dan Aksesoris Pipa, Pengetesan Pipa, Pekerjaan Jembatan Perlintasan Pipa, Pekerjaan Jembatan Pipa, Pekerjaan Syphon Pipa HDPE, Pekerjaan Pengadaan Pipa dan Accesoris serta Sambungan Rumah (SR), 500 Unit”.

Terkait kondisi Pondasi salah satu bangunan yang mulai retak ini, Dody Iskandar, ST MSc selaku PPK pada Proyek tersebut belum memberikan tanggapan, saat dikonfirmasi Tim (10-03). Hingga berita ini terbit, tim Investigasi masih melakukan pengembangan informasi dan data terkait proyek SPAM Sungai Bemban. (Tim)