Kapolres Buru Berjanji Pihaknya Akan Melakukan Penyelidikan Terhadap Beberapa Saksi-Saksi

Lintas-News, Maluku – Angkatan Muda Kepulauan Evav Indonesia (AMKEI) Buru Dan Buru Selatan Menggelar Aksi Demonstrasi Di Simpang Lima Kota Namlea Dan Mapolres Buru, Menuntut Keseriusan Aparat Penegakan Hukum Dalam Mengusut Kasus Dugaan Pembunuhan Hasbi Seknun Yang Hingga Kini Masih Terkatung – Katung Dalam Proses Penyidikan.

Pantauan Tim Wartawan Di Simpang Lima Kota Namlea Dan Polres Buru Ribuan Massa Aksi Angkatan Muda Kepulauan Amkei Pada Hari Selasa 7 Oktober 2025

Dalam Orasinya, Mereka Menuntut Pihak Polres Pulau Buru Dapat Menindaklanjuti Kasus Kejadian Kematian Saudara Almarhum Hasbi Seknun.

Aksi Tersebut, Bukan Sekadar Ekspresi Emosional, Melainkan Manifestasi Dari Kesadaran Hukum Kolektif Yang Lahir Dari Kekecewaan Terhadap Tumpulnya Keadilan Di Tingkat Lokal, Di Tengah Derasnya Janji Penegakan Hukum Yang Berkeadilan, Publik Kembali Dihadapkan Pada Kenyataan Getir, Bahwa Terkesan Hukum Berjalan Pincang

Selain Itu, Massa Aksi Angkatan Muda Kepulauan Amkei Membawakan Poster Yang Bertuliskan ” Rakyat Menuntut Keadilan Copot Kapolres Buru”

Koordinator Lapangan, Kadafi Alkatiri Dalam Orasi Tajamnya Menyatakan Bahwa Lambannya Proses Penanganan Kasus ini Bukan Hanya Soal Prosedur, Melainkan Soal Integritas Institusional.

Ia Menegaskan Bahwa Penundaan Dalam Penegakan Hukum Merupakan Bentuk Denial Of Justice Penolakan Terhadap Keadilan Itu Sendiri.

“Kami Sangat Mengapresiasi Kapolres Buru Dengan Berbagai Keberhasilan Dalam Penanganan Perkara – Perkara Besar Akan Tetapi Keterlambatan Dalam Kasus Almarhum Hasbi Seknun Adalah Bentuk Kelalaian Penyidik Terutama Kapolsek Waeapo Dan Jajaran, Dan Kelalaian Dalam Menegakkan Hukum Atas Kematian Seorang Warga Adalah Bentuk Kejahatan Moral.

“Kami Tidak Meminta Belas Kasihan Kami Menuntut Keadilan Substantif, Sebab Hukum Yang Diam Di Hadapan Kezaliman Adalah hukum Yang Telah Kehilangan Ruh Keadilan Itu Sendiri,” Seruan Kadafi Di Hadapan Ratusan Massa Di Depan Polres Pulau Buru

Lebih lanjut, Ia Menyoroti Bahwa Asas Equality Before The Law (Kesetaraan Di Hadapan Hukum) Telah Tereduksi Menjadi Slogan Kosong, “Di Negeri ini Hukum Tidak Boleh Tajam Ke Bawah Dan Tumpul Ke Atas Karena Baginya Hukum Itu Harus Tetap Berjalan Sebagaimana Porsinya Sekalipun Langit Akan Runtuh Hukum Harus Di Tegakan,” Tegasnya Lagi.

Sementara Itu Ketua AMKEI Buru, Kahar Balubun Menyerukan Agar Aparat Penegak Hukum Tidak Boleh Berdiam Diri Karena Keluarga Besar Kei Menginginkan Kasus ini Secepatnya Dapat Terpecahkan, Sebab Menurutnya Kasus ini Bukanlah Hanya Sekedar Pembunuhan Tetapi Lebih Dari Itu Kasus ini Adalah Pembantaian Terhadap Almarhum Hasbi Seknun

Aksi AMKEI Hari ini Menjadi Simbol Resistensi Terhadap Diamnya Penegakan Hukum, Bahwa Rakyat Kecil Masih Harus Berteriak Untuk Sekadar Didengar Adalah Ironi Dalam Negara Hukum (Rechsstaat) Yang Mestinya Menjunjung Supremasi Hukum Dan Perlindungan Hak Asasi Manusia.

“Hukum Tanpa Keadilan Hanyalah Kekerasan Yang Dilegalkan, Dan Keadilan Tanpa Keberanian Hanyalah Wacana Yang Mati Di Atas Kertas,” Tutup Kadafi Dalam Orasinya Di Simpang Lima Kota Namlea

Aksi Sempat Memanas Ketika Wakapolres Kompol Haji Akmil Djapa Saat Menemui Massa Aksi Angkatan Muda Amkei Untuk Memberikan Keterangan Di Depan Gerbang Kantor Polres Buru,Namun Ditolak Oleh Pihak Massa Aksi

” Massa Aksi Amkei Meminta Agar Beraudensi Langsung Didalam Kantor Polres Buru, Ketegangan Sempat Memanas Namun Situasi Dikendalikan Hingga Massa Membubarkan Diri Secara Tertib.

Sementara Itu, Awak Media Mencoba Menghubungi Via WhatsApp Kapolres Buru AKBP Sulastri Sukidjang Menjelaskan Bahwa Mulai Ditemukan Jenazah Korban Disungai Waeapo Pihaknya Sudah Melakukan Tindakan – Tindakan Kepolisian Turun Olah TKP Serta Membawa Jenazah Untuk Di Visum, Sekarang ini Pihaknya Masih Melakukan Penyelidikan Terhadap Berapa Saksi – Saksi Dan Mencari Petunjuk,”Tutupnya. ((Haris)