PONTIANAK – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalimantan Barat akhirnya angkat bicara terkait video viral yang menunjukkan dugaan kampanye terselubung yang melibatkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kalbar serta Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kalbar. Keduanya diduga mendukung salah satu pasangan calon gubernur (paslon) Kalbar nomor urut satu dalam kegiatan yang seharusnya bersifat netral.
Dalam pernyataannya, Bawaslu Kalbar mengonfirmasi bahwa kasus tersebut sedang dalam proses pendalaman dan pengembangan. “Kami sudah melakukan penelusuran ke beberapa tempat dan memang ditemukan adanya indikasi peristiwa yang terkait dengan dugaan tersebut,” ujarnya Uray Juliansyah, anggota Bawaslu Kalbar. Kamis, 10/10/2024.
Uray menjelaskan bahwa saat ini mereka tengah mengumpulkan data dan bukti lebih lanjut sebelum mengambil langkah-langkah selanjutnya.
“Berdasarkan penelusuran awal, kami akan melakukan pleno lagi untuk mengkaji apakah peristiwa ini termasuk pelanggaran materiil. Jika sudah ada pemisahan materi, maka kami akan menanganinya sesuai mekanisme yang ada,” lanjutnya.

Menanggapi keterlibatan aparatur sipil negara (ASN) dalam dugaan kampanye ini, Uray Juliansyah menyebut bahwa jika terbukti ada ASN yang terlibat, hal tersebut juga akan ditindaklanjuti sesuai dengan peraturan yang berlaku, termasuk undang-undang tentang netralitas ASN. Namun, saat ini proses pemeriksaan terhadap ASN belum dilakukan karena masih dalam tahap pengumpulan bukti terkait peristiwa di lapangan.
Lebih lanjut, Uray juga menegaskan pentingnya memverifikasi keabsahan waktu dan lokasi kejadian. “Kami tidak hanya mendalami video yang beredar, tetapi juga mengumpulkan data langsung dari tempat kejadian, termasuk meminta keterangan dari pihak sekolah dan bahkan siswa yang terlibat. Semua harus dipastikan dengan data yang lengkap sebelum kami bisa mengambil keputusan.”
Kasus ini juga mencakup beberapa wilayah lain, seperti Mempawah, yang masih dalam proses penelusuran lebih lanjut. “Kami akan memastikan apakah kegiatan yang dilaporkan di Mempawah benar terjadi, dan jika iya, kami akan menindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku,” tutupnya Uray
Dengan proses pendalaman yang sedang berlangsung, Bawaslu Kalbar berharap dapat segera mengumumkan hasil investigasi mereka dalam waktu dekat, sembari menegaskan komitmennya untuk menangani setiap laporan pelanggaran pemilu secara serius dan transparan.












