lintasnews, Kalbar – Jajaran Polresta Pontianak Kalimantan Barat menggelar konferensi pers terkait penanganan kasus dugaan penganiayaan berat dan percobaan pembunuhan yang terjadi di kawasan Gang Angket, Kelurahan Tanjung Hilir, Kecamatan Pontianak Timur.
Kasus tersebut saat ini masih dalam proses penyidikan oleh Satreskrim Polresta Pontianak berdasarkan laporan polisi nomor LP/142 yang diajukan oleh pihak keluarga korban.
Kapolresta Pontianak menjelaskan, peristiwa tersebut diduga berawal dari perselisihan antara seorang pria berinisial R dengan korban berinisial AI alias IP yang terjadi di sebuah lounge hotel di Kota Pontianak pada Selasa (26-5-26).
Perselisihan itu diduga berlanjut pada Sabtu (31-05-26) sekitar pukul 02.00 WIB ketika R mendatangi kediaman korban di kawasan Tanjung Hilir.
Menurut keterangan yang diperoleh penyidik, saat terjadi ketegangan di lokasi, korban AI diduga melakukan perlawanan dengan melempar kursi ke arah R.
Setelah insiden tersebut, R disebut meninggalkan lokasi. Namun tidak lama kemudian terjadi peristiwa penembakan yang mengakibatkan dua orang mengalami luka tembak.
Korban AI alias IP dilaporkan mengalami luka tembak pada bagian paha kiri, sedangkan korban lainnya berinisial AX mengalami luka tembak di bagian dada kanan. Kedua korban kemudian mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.
Menindaklanjuti laporan masyarakat, petugas kepolisian segera mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Gang Angket, Jalan Tritura, Kelurahan Tanjung Hilir. Saat tiba di lokasi, petugas mendapati para korban telah dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis.
Dalam rangka penyelidikan, polisi melakukan penelusuran ke sejumlah rumah sakit, di antaranya RS Kharitas Bhakti, RS Medika Jaya, dan RS Santo Antonius guna mengumpulkan keterangan serta melengkapi alat bukti.
Dari hasil olah TKP, penyidik berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa selongsong peluru, rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian, pakaian korban, serta sampel bercak darah yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Hingga kini, penyidik masih terus mendalami kasus tersebut, termasuk melakukan pencarian terhadap senjata api yang diduga digunakan dalam insiden penembakan.
Polisi juga masih mengumpulkan keterangan saksi dan alat bukti lainnya guna mengungkap secara utuh kronologi serta pihak yang bertanggung jawab dalam peristiwa tersebut. (Red)












