521 Kg Sabu dalam Jet Pribadi Digagalkan di Laos, PDRM Tegaskan Bukan Berasal dari Malaysia

lintasnews, Internasional – Sebanyak 521 kilogram (kg) methamphetamine atau sabu ditemukan dalam sebuah jet pribadi di Bandara Internasional Luang Prabang, Laos, pada 1 Oktober 2026. Kasus tersebut kini menjadi perhatian serius karena melibatkan penerbangan yang sebelumnya berangkat dari Subang, Malaysia.

Namun, Polis Diraja Malaysia (PDRM) menegaskan bahwa narkotika tersebut tidak berasal dari Malaysia. Berdasarkan keterangan Direktur Jabatan Siasatan Jenayah Narkotik (JSJN) Bukit Aman, Datuk Hussein Omar Khan, pesawat tersebut berangkat dari Bandara Sultan Abdul Aziz Shah, Subang, menuju Luang Prabang tanpa membawa muatan narkotika.

Pesawat kemudian diduga digunakan untuk membawa muatan narkotika dari Laos menuju Manila, Filipina. Dengan demikian, Malaysia disebut sebagai titik keberangkatan pesawat, bukan sumber 521 kg narkotika tersebut.

500 Paket Sabu Disembunyikan dalam 23 Tas
Berdasarkan informasi pihak berwenang Laos, pesawat tiba di Luang Prabang sekitar pukul 11.30 waktu setempat.
Sekitar pukul 13.30, dua kendaraan datang ke kawasan bandara. Sejumlah petugas kemudian membantu memindahkan 23 tas dari kendaraan ke troli untuk dibawa ke pesawat.

Pemeriksaan selanjutnya menemukan 500 paket yang diduga methamphetamine dengan berat total 521 kg. 

Operasi tersebut berujung pada penahanan 13 orang. Mereka antara lain pilot berkewarganegaraan Singapura, kopilot warga Malaysia, seorang penumpang warga Filipina, serta sejumlah warga Laos yang bekerja di layanan darat dan pengoperasian mesin pemeriksaan X-ray bandara.

PDRM Turun Tangan, Keterlibatan Sindikat di Malaysia Didalami
Kasus ini tidak berhenti pada penyitaan narkotika.

PDRM telah membuka penyelidikan menyeluruh dan berencana mengirimkan petugas JSJN ke Laos untuk mengambil keterangan dari para tersangka serta menggali kemungkinan adanya jaringan atau keterlibatan sindikat yang memiliki hubungan dengan Malaysia.

Artinya, meskipun PDRM telah menegaskan bahwa 521 kg sabu tersebut bukan berasal dari Malaysia, jalur penerbangan dan kemungkinan keterlibatan jaringan lintas negara tetap menjadi bagian penting yang harus dibongkar.

Bukan Sekadar Penangkapan, Jaringan Besarnya Harus Dibongkar

Kasus ini menunjukkan bagaimana jaringan perdagangan narkotika internasional dapat memanfaatkan jalur penerbangan dan fasilitas transportasi lintas negara.

Yang menjadi pertanyaan besar bukan hanya siapa yang membawa 521 kg narkotika tersebut, tetapi juga siapa pemodalnya, siapa pengendalinya, dari mana narkotika diperoleh, bagaimana bisa masuk ke area bandara, serta siapa yang mengatur tujuan akhirnya ke Manila.

PDRM sendiri menyatakan penyelidikan masih berjalan untuk mengetahui kemungkinan keterlibatan pihak-pihak yang mempunyai hubungan dengan Malaysia. Karena itu, publik patut menunggu hasil penyelidikan resmi sebelum menarik kesimpulan mengenai pihak yang bertanggung jawab.

Satu hal yang sudah jelas: 521 kg methamphetamine itu ditemukan di Laos dan menurut keterangan resmi PDRM bukan berasal dari Malaysia. Kini, mata publik tertuju pada hasil pengembangan kasus: apakah jaringan internasional di balik pengiriman ratusan kilogram narkotika tersebut dapat dibongkar sampai ke aktor utamanya. (Red)