Sekitar 15 KM, Penggiat Anti Korupsi Rela Jalan Kaki Setiap Hari Menuju Sekretariat DPW NCW Kalbar

Foto. Ibtahim MYH aktivis NCW Kalimantan

LINTAS NEWS, PONTIANAK – Nama Ibrahim MYH sudah tidak asing lagi bagi kalangan pemerintahan baik lokal maupun pusat, bahkan kepedalaman desa perbatasan Malindo. Dirinya bergelut di Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) aktivis Nusantara Corruption Watch (NCW) di wilayah Kalimantan Barat kurang lebih sekitar 20 Tahun dan sudah banyak mengungkapkan tindak kejahatan hasil investigasi dilapangan.

Sosok Ibrahim MYH selaku Investogator NCW Kalimantan sudah terbiasa berjalan kaki kurang lebih 15 km dari tempat tinggal di Jalan H. Muksin Kubu Raya menuju ke Sekretariat DPW NCW Kalimantan yang berada di Jln Parit H. Husin II, Komplek Fajar Permai No. 7B Pontianak Tenggara.

Menurut, Pagiat Anti Korupsi ini, hidup tidak selamanya bergelimang uang dan harta, tetapi semangat juang yang dapat dirasakan masyarakat dalam penindakan kejahatan TIPIKOR di Kalbar, bahkan dirinya tak pernah surut dengan biaya investigasi yang cukup besar hingga kini sepeda ataupun kendaraan motor tak punya apalagi kendaraan roda empat, mobil.

Bagi Ibrahim tantangan terberat yang dihadapi, bilamana jumlah kejahatan ilegal semakin marak ditengah masyarakat, seperti ilegal mining, ilegal loging, tipikor mafia lahan kebun dan perambahan kawasan hutan maupun suaka alam yang hingga saat ini sudah semakin menipis. Namun tantangan utama adalah sulitnya biaya untuk melakukan investigasi bilamana ada berbagai info dari masyarakat tentang adanya berbagai masalah.

Pada saat terdesak untuk menuju ke tempat sekretariat NCW Kalimantan mau tidak mau harusn berjalan kaki meskipun menempuh yang lumayan jauh untuk mengejar waktu. dan dirinya bahkan tak pernah menegnal lelah dan tak pernah mengeluh, meski umur sudah melewati setengah abad.

Ibrahim Myh menyadari bahwa tantangan resesi ekonomi global hingga harga bahan pokok melonjak naik seiring dengan kenaikan harga BBM mau tidak mau harus dihadapi walaupun hidup seadanya yang penting masih sebisanya untuk bertahan hidup. Semboyan hidup, “Janganlah anda menangis karena miskin, lebih baik jadi singa satu hari daripada jadi domba seribu tahun,” tegas.

Dirinya mempunyai prinsip setiap melakukan investigasi, “Benarkan yang benar, dan tunjukan yang salah,”.

Ia mengingatkan sebentar lagi akan menghadapi pesta demokrasi atau Pilpres 2024, Gunakanlah hak pilih Anda dengan sebaik – baiknya tanpa ada tekanan dari pihak manapun. “Ingat jangan sampai golput, tentukan pemimpin yang mampu membawa indonesia lebih baik, siapapun yang terpilih adalah yang terbaik. Capres yang terpilih harus menjalankan Undamg – Undang yang telah ditentukan,” ” kata Ibrahim MYH.

Pesan Ibrabim Myh, diharapkan pada Periode 2024 – 2029 tidak boleh lagi ada kegaduhan di Republik ini seperti Periode sebelumnya. “Cape deh ribut melulu Relublik ini seperti kapal pecah dan sangat memalukan, sepertinya sudah tidak ada lagikah Pemimpin Bangsa kita yang kita segani di Republik ini,” tutupnya.