Wasit Buyarkan Kemenangan Timnas

LINTAS NEWS – Jadi begini ceritanya, kita sudah di ambang kemenangan. Timnas sudah siap-siap jingkrak-jingkrak eh tiba-tiba wasit Ahmed Al Kaf seperti menemukan tombol tambahan waktu. Waktu tambahan 6 menit diberikan, tapi dia masih sempat nambah sendiri. Seakan jam tangannya sedang rusak. Di sinilah, gol kedua Bahrain muncul bagai tamu tak diundang di pesta kemenangan kita. Tiga point buyar, dan netizen pasti ngamuk. Ahmad Al Kaf siap-siap diburu sampai ke lubang cacing.

Kembali mengingat tragedi 12 tahun lalu saat kita dibantai 10-0 oleh Bahrain. Rasanya ingin sekali membalas dendam, tapi apa daya. Harapan itu kandas dan kita cuma bisa imbang 2-2.

Kemenangan yang sudah di depan mata itu akhirnya gagal diamankan. Anak asuh Shin Tae-yong (STY) di kualifikasi Piala Dunia Zona Asia hanya bisa meraih hasil seri. Dengan tambahan satu poin ini, koleksi kita jadi tiga poin. Ya, cukup untuk tidur malam ini tapi tak cukup untuk hilangkan rasa gemas.

Sepanjang laga, Bahrain menekan tanpa ampun. Timnas kita seperti nggak dikasih waktu untuk tarik napas. Puncaknya, Bahrain dapat freekick. Tendangan ini kabarnya mirip tendangan Ronaldo, dan kiper kita, Marteen Paes, hanya bisa meratapi nasib sambil melihat jaring gawangnya bergetar. Gol pertama Bahrain tercipta. “Baguslah,” kata mereka. “Kami sudah mulai panas.”

Tapi jangan salah. Anak-anak Garuda ternyata bisa membalas. Ragnar Oratmangun tampil beringas dan mencetak gol yang membuat skor jadi 1-1 sebelum babak pertama berakhir. Sungguh, Bahrain yang tadinya hobi diving di lapangan, mendadak hilang selera main drama. Rupanya mereka mulai takut kena serangan balik kita.

Di babak kedua, STY pun memutar otak. Masuklah Rizky Ridho dan Eliano Reijnders yang debut, menggantikan Jordi Amat dan Sandy Walsh. Malik Rizaldi pun diganti Marselino Ferdinand. Semua pemain Timnas mulai lebih tenang dan perlahan mengendalikan permainan. Hasilnya? Gol indah dari Rafael Struick yang bikin kiper Bahrain cuma bisa melongo lihat bolanya meluncur mulus ke dalam gawang. Skor berubah jadi 2-1. Harapan kembali hidup. Kemenangan di depan mata!

Lalu datanglah momen yang bikin kita semua cemas, seperti nonton film horor tapi nggak boleh tutup mata. Free kick lagi untuk Bahrain di dekat kotak penalti. Untungnya, tendangan ini gagal. Jantung kita hampir copot, tapi kita lega. Waktu 90 menit berlalu. Seharusnya sudah selesai, bukan? Oh, tidak! Wasit ternyata punya rencana lain. Tambahan 6 menit terasa seperti seumur hidup. Saat kita kira sudah aman, entah bagaimana wasit malah menambah lagi waktu sesuka hatinya, padahal sudah overtime!

Lalu, gol! Gol yang menghancurkan mimpi. Lewat sepak pojok yang bahkan penonton di rumah sudah malas lihat, Bahrain berhasil menyamakan kedudukan. Skor 2-2 dan peluit akhir berbunyi, tapi hati kita hancur. Kita cuma bisa bawa pulang satu poin dari laga ini.

Berikutnya, Timnas akan bertandang ke China. Kita harus lebih siap, meski China baru saja dikalahkan Australia 1-3.

Rosadi Jamani