Ketua Gerak Roda, Klaim Dukungan Paslon 02 adalah Manipulasi Publik

Foto. Syafarahman, Ketua Umum Gerak Roda Kalimantan Barat

PONTIANAK – Polemik mencuat di tengah masyarakat Kalimantan Barat setelah beredarnya sebuah video klarifikasi yang melibatkan individu-individu yang mengaku sebagai anggota Gerak Roda.

Video itu diduga kuat dibuat untuk mengelabui publik terkait pencabutan dukungan politik Gerak Roda terhadap pasangan calon (Paslon) 02, yang sebelumnya viral dan memicu penurunan survei dukungan Paslon tersebut.

Video klarifikasi itu memperlihatkan sejumlah orang mengenakan atribut resmi Gerak Roda dan mengklaim masih memberikan dukungan kepada Paslon 02. Namun, Ketua Umum Gerak Roda, Syafarahman, dengan tegas menyatakan bahwa video tersebut dibuat oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dan bukan berasal dari Gerak Roda yang asli.

Syafarahman menegaskan bahwa pihaknya sangat menyayangkan beredarnya video tersebut. Menurutnya, tindakan ini adalah bentuk manipulasi yang tidak akan membuahkan hasil positif.

“Kami yakin masyarakat Kalimantan Barat semakin memahami maksud dan tujuan dari video tersebut. Justru, video ini akan menjadi bumerang bagi pihak yang mencoba mengklaim dukungan dari Gerak Roda,” ungkap Syafarahman.

Ia juga menyebut bahwa klaim tersebut hanya akan menimbulkan kecurigaan di kalangan masyarakat, yang dapat berujung pada cap manipulasi dan hilangnya kepercayaan.

Senada dengan Ketua Umum, Sekjen Gerak Roda, Uti Dedi, menegaskan bahwa hingga saat ini, organisasi Gerak Roda Original belum pernah secara resmi menginstruksikan para ketuanya di tingkat kabupaten dan kota untuk terlibat dalam forum apapun.

“Kami berpegang pada prinsip organisasi yang jelas, di bawah satu komando dan satu visi. Namun, kami menyadari adanya pihak-pihak yang mengatasnamakan Gerak Roda, bahkan menggunakan atribut resmi kami. Mereka sebenarnya adalah individu yang terafiliasi dengan GNKC, bukan bagian dari Gerak Roda GNKM Original,” ujar Uti Dedi.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa tindakan semacam ini hanya menciptakan kebingungan di masyarakat. Ia juga menilai bahwa fenomena ini adalah upaya dari pihak tertentu untuk menciptakan kesan pengaruh di dunia politik.

“Gerak Roda Original tetap berdiri kokoh pada prinsip: satu komando, satu suara, dan satu gerakan. Kami mengimbau seluruh anggota dan simpatisan untuk tidak terpengaruh oleh pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan nama besar Gerak Roda demi kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.”

Gerak Roda menegaskan komitmennya untuk terus melangkah dengan visi yang telah disepakati bersama. Organisasi ini juga mengajak seluruh anggotanya untuk tetap solid dan waspada terhadap upaya pihak-pihak yang mencoba memecah belah. (HaDin)