Sayembara Malaikat Tanpa Sayap

LINTAS NEWS – Pasca Final Debat Terbuka Pilgub Kalbar, ada parpol buka sayembara. Siapa saja punya bukti money politic dibayar satu juta. Cuma, yang buka parpol. Yok, kita bahas wak, lebih seru Timnas menggulung Saudi 2-0 ni.

Di sebuah negeri absurd, sayembara menangkap pelaku money politic diumumkan. Hadiahnya? Satu juta rupiah. Lumayan buat beli pulsa sebulan atau bakso rame-rame. Tapi tunggu, siapa penyelenggara sayembara ini? Sebuah partai politik. Ya, partai yang konon katanya bersih dari noda, walau jejaknya berlumpur sejak zaman orok.

Ironi ini begitu indah, seperti puisi yang membakar dada. Partai A menuduh Partai B money politic. Partai B balik menuduh Partai A lebih money politic. Sementara, rakyat? Diberi amplop 50 ribu, lalu disuruh memilih pemimpin yang entah kapan akan muncul lagi setelah Pilkada. Amplop itu, tipis, lecek, tapi ajaib. Bisa mengubah janji manis jadi bencana.

“Laporkan pelaku money politic!” teriak posko pengaduan. Posko ini megah, dengan bendera partai berkibar. Di dalamnya, kopi dan gorengan menemani para penjaga. Tapi benarkah? Yang melapor pelaku dari Partai X, ternyata data diserahkan ke Partai Y. Laporan dijadikan senjata, bukan untuk keadilan, melainkan negosiasi.

Belum pernah ada pemimpin di negeri ini yang naik tanpa uang. Tak peduli seberapa hebat pidatonya, seberapa religius gaya busananya. Semua butuh logistik, dan logistik butuh uang. Banyak uang.

Lalu, rakyat diajak menonton sandiwara. Semua partai mengaku bersih. Tak ada yang money politic, katanya. Mereka murni dari hati, katanya. Tapi hati siapa? Hati rakyat atau hati dompet?

Negeri ini memang penuh absurditas. Sebuah posko anti-money politic di bawah bendera partai sama absurdnya dengan rubah menjaga kandang ayam. Namun, hiburannya luar biasa. Di atas panggung politik, semua berlagak malaikat. Sayapnya terbuat dari spanduk kampanye, dan auranya? Cahaya lampu panggung.

Kita, rakyat jelata, tak lebih dari penonton. Kadang tepuk tangan, kadang diam membisu. Satu hal yang pasti, sayembara ini akan terus berlanjut. Sampai kapan? Sampai rakyat benar-benar sadar, malaikat tak tinggal di posko partai.

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar