Dr. Herman Hofi Munawar, Mari Jaga Persatuan Pasca Pilkada Serentak

Foto Dr. Herman Hofi Munawar, Pengamat Hukum dan Kebijakan Publik Kalbar

PONTIANAK – Dr. Herman Hofi Munawar, pengamat hukum dan kebijakan publik Kalimantan Barat (Kalbar), menyampaikan apresiasi atas selesainya proses Pilkada Serentak 2024. Ia menegaskan bahwa siapapun yang terpilih sebagai Gubernur, Wali Kota, dan Bupati di Kalbar harus dihormati oleh seluruh lapisan masyarakat.

Menurutnya, pemimpin yang terpilih harus mampu mengayomi seluruh rakyat tanpa membedakan dukungan politik, karena setelah terpilih, tanggung jawab mereka adalah untuk seluruh warga di wilayah hukum masing-masing.

“Alhamdulillah, Pilkada Serentak sudah selesai. Siapapun yang terpilih, kita tetap hormati. Mereka yang terpilih harus mampu mengayomi seluruh rakyat, tanpa ada klasifikasi berdasarkan dukungan atau pilihan. Tugas seorang kepala daerah adalah membuat rakyatnya bahagia, baik yang mendukung maupun yang tidak mendukung,” ujar Dr. Herman Hofi Munawar dalam pernyataan resmi.

Lebih lanjut, Dr. Herman menambahkan bahwa dinamika yang terjadi dalam proses Pilkada adalah bagian dari pesta demokrasi. Ia juga menekankan pentingnya kepercayaan terhadap KPU yang bertanggung jawab atas proses perhitungan suara.

Masyarakat, menurutnya, harus terus mengawasi jalannya proses tersebut untuk memastikan bahwa perhitungan suara berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Pilkada serentak adalah masa yang sangat krusial. Ini adalah batu uji ketahanan masyarakat untuk menahan diri. Saya yakin, rakyat Kalbar tidak akan menggoreskan luka yang merusak rasa persaudaraan. Di berbagai daerah di Indonesia, Pilkada sering menimbulkan perpecahan, namun hal tersebut tidak terjadi di Kalbar. Kita menunjukkan kepada Indonesia dan dunia bahwa kita adalah rakyat yang kuat dan menjunjung tinggi persaudaraan,” ungkap Dr. Herman.

Dr. Herman juga mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban dan menghindari provokasi pasca pemungutan suara. Dalam suasana perhitungan suara yang masih berlangsung, ia meminta agar masyarakat menahan diri dan tidak membuat meme atau mencemooh pihak lain.

Menurutnya, jika ada perbedaan perspektif terkait hasil Pilkada, lebih baik dilakukan dialog antar masyarakat daripada saling memprovokasi.

“Jika ada perbedaan dalam proses perhitungan atau pemungutan suara, sebaiknya kita semua bersikap arif dan bijaksana. Tokoh masyarakat harus menjadi fasilitator dialog, bukan malah memprovokasi masyarakat. Kita punya instrumen hukum yang dapat menegakkan keadilan jika diperlukan,” katanya.

Dr. Herman menutup pernyataannya dengan mengajak seluruh warga Kalbar untuk tetap menjaga persatuan dan tidak membiarkan perbedaan merusak keharmonisan.

Ia berharap pemimpin yang terpilih nantinya dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan bekerja keras untuk kesejahteraan seluruh rakyat di daerah masing-masing.

“Mari kita terus menjaga persaudaraan, agar Kalbar selalu senyum dan bahagia, tanpa ada air mata. Semoga pemimpin yang terpilih nanti amanah, bertanggung jawab, dan kita terus mengawasi kinerja mereka,” tutup Dr. Herman Hofi Munawar.