lintas-News, Maluku– Memasuki Awal Agustus, Suasana Di Kota Namlea Kabupaten Buru, Provinsi Maluku Belum Menunjukkan Peningkatan Aktivitas Jual Beli Bendera Dan Atribut Kemerdekaan Seperti Tahun-Tahun Sebelumnya. Para Pedagang Mulai Mengeluhkan Sepinya Pembeli, Yang Berdampak Pada Menurunnya Omzet Mereka.
Salah Satu Pedagang, Ibu Ade (59), Yang Setiap Tahun Berjualan Bendera Dan Umbul-Umbul Di Pinggir Jalan Mesjid Maulana Ibrahim Kota Namlea, Mengaku Penjualan Tahun ini Jauh Lebih Rendah Dibandingkan Tahun Lalu Pada Waktu Yang Sama.
“Biasanya Di Minggu Pertama Agustus Sudah Mulai Ramai, Tetapi Sekarang Masih Sepi. Kalau Dibandingkan Dengan Tahun Lalu, Beda Sekali Jumlah Pembelinya,” Ujar Ibu Ade Saat Ditemui Di Lapaknya, Senin (04/08/2025).
Menurut Ibu Ade , Meskipun Persediaan Barang Sudah Lengkap Sejak Akhir Juli, Minat Masyarakat Untuk Membeli Atribut Kemerdekaan Tampak Masih Rendah. Ia Menduga Hal ini Berkaitan Dengan Kondisi Ekonomi Dan Prioritas Kebutuhan Masyarakat Yang Berbeda-Beda.
“Kami Sudah Siapkan Berbagai Macam Ukuran Bendera, Dari Yang Kecil Sampai Besar. Tapi Yang Laku Masih Sedikit. Banyak Warga Yang Bilang Mau Beli Nanti-Nanti Saja,” Katanya.
Dirinya Berharap Dalam Beberapa Hari Ke Depan, Mendekati Tanggal 17 Agustus, Penjualan Mulai Meningkat Seperti Tahun-Tahun Sebelumnya.
” Saya Tetap Semangat Jualan.Mudah-Mudahan Makin Dekat Hari Kemerdekaan, Orang-Orang Mulai Datang Membeli Bendera Untuk Pasang Di Rumah Atau Di Kantor,” Ungkap Ibu Ade, Penuh Harapan Dan Semangat
( Haris)












