lintasnews, Kalbar – Aksi demonstrasi mahasiswa di Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Jumat (23/10/2026), diwarnai pemandangan yang menyita perhatian. Setelah menemui mahasiswa yang menyampaikan berbagai tuntutan, Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, bersama sejumlah anggota DPRD Kalbar terpantau berlarian menuju bagian belakang gedung.
Peristiwa tersebut terjadi tidak lama setelah gubernur menemui massa aksi. Gerakan sejumlah pejabat itu menjadi perhatian di tengah demonstrasi mahasiswa yang membawa 20 tuntutan terkait berbagai persoalan di Kalimantan Barat.
Mahasiswa sebelumnya menyuarakan persoalan karhutla, kelangkaan BBM, krisis air bersih, pemadaman listrik, hingga persoalan kesehatan masyarakat. Mereka juga mendesak pertanggungjawaban atas dugaan pemukulan terhadap mahasiswa dalam aksi sebelumnya.
Kemunculan gubernur di hadapan mahasiswa sempat menjadi momen penting dalam rangkaian demonstrasi tersebut. Namun, pergerakannya bersama sejumlah anggota DPRD yang kemudian berlarian ke belakang gedung memunculkan pertanyaan mengenai situasi yang sebenarnya terjadi.
Apa yang membuat gubernur dan sejumlah anggota DPRD berlarian? Apakah ada situasi tertentu yang mendesak, atau terdapat alasan lain di balik peristiwa tersebut?
Hingga kini, penyebab pasti peristiwa itu belum dapat dipastikan. Karena itu, diperlukan konfirmasi dari pihak gubernur maupun DPRD Kalbar agar peristiwa tersebut tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Di tengah tuntutan mahasiswa yang menunggu jawaban konkret, publik tentu berharap para pejabat tidak hanya hadir menemui massa, tetapi juga memberikan penjelasan terbuka dan memastikan aspirasi yang disampaikan ditindaklanjuti.
(Rn)












