KUBU RAYA – Yayasan Raudlatul Ulum Al-Khaliliyah Sukses Memperingati HUT RI yang ke-79 thn dengan tema “Nusantara Baru Indonesia Maju” Sabtu, (08/17)
Kegitan upacara apel bandera berlangsung di halaman sekolah Raudlatul Ulum Al-Khaliliyah. Acara tersebut dihadiri oleh ketua yayasan, para dewan guru, wali murid, siswa-siswi, alumni, dan masyarakat Desa Pasak Parit Surabaya.
Bertindak sebagai Pembina upacara, KH. Hanafi Khalil menyatakan bahwa adanya peringatan 17 Agustus ini merupakan salah satu wujud nasionalisme terhadap tanah air, serta sebagai rasa syukur kepada Allah Swt atas kemerdekaan yang telah diberikan kepada kita semua. Merdeka tidak hanya bebas dari penjajah, lebih dari itu merdeka adalah ketika kita bebas berfikir, bebas bertindak, bebas berpendidikan, dan bebas menganut keagamaan.
“Setiap tanggal 17 Agustus, kita selalu memperingati hari kemerdekaan, sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah Swt bahwa kita telah merdeka. Merdeka dari penjajah. Merdeka dalam beragama. Merdeka dalam melaksanakan ibadah. Merdeka untuk belajar. Merdeka untuk bekerja. Serta merdeka dalam memilih aktivitas sesuai dengan profesi masing-masing”, papar KH. Hanafi Khalil.
Saat menyampaikan amanatnya, KH. Hanafi Khalil mengatakan bahwa bandera merah putih yang dikibarkan hari ini memiliki catatan juang yang berdarah-darah oleh para leluhur dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

“Ketika saya menyerahkan bendera kepada pembawa Baki yang ditugaskan kali ini, tidak terasa air mata saya menetes melihat bandera itu. Warna bisa kita cari di mana-mana. Bisa jadi baju kita, celana kita, kopiah kita sama warnanya dengan bendera. Akan tetapi warna yang ada pada bandera merah putih adalah simbol dari perjuangan, simbol dari pengorbanan, dan simbol dari pengabdian para pahlawan dalam memerdekakan Republik ini”, tutur KH. Hanafi Khalil.
Dalam amanatnya beliau juga bercerita tentang perjungan Ayahnya, yaitu KH. Khalil yang pernah merasakan penderitaan dari penjajah Belanda dan Jepang. Sehingga setiap tanggal 17 Agustus Ayah beliau mengibarkan bendera yang sangat besar di halaman madrasah sebagai bentuk apresiasi terhadap perjuangan para pahlawan.
Selain itu, di sela-sela amanatnya KH. Hanafi Khalil juga menegaskan bahwa kemerdekaan yang telah diwariskan kepada kita semua, harus di isi dengan pengabdian serta memperbaiki kualitas diri untuk Indonesia yang lebih maju.

“Oleh karena itu, pengorbanan para pahlawan untuk kemerdekaan ini jangan kita sia-siakan. Kita harus isi kemerdekaan ini dengan senantiasa meningkatkan kualitas diri. Sebagaimana Nabi Muhammad SAW bersabda, yang artinya: Barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka dia adalah orang yang beruntung. Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia adalah orang yang rugi. Barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, maka ia akan dijauhkan dari rahmat Allah”, tambah KH. Hanafi Khalil.
Diakhir amanatnya beliau juga berpesan agar tidak jauh dari rahmat Allah, maka kita harus mengembangkan kualitas diri, sesuai dengan kemampuan di bidangnya masing-masing.
“Tentu kita semua sudah tahu, bahwa dalam pembukaan UUD 1945 di sebutkan “Atas Berkat Rahmat Allah yang Maha Kuasa”, maka agar rahmat Allah tidak jauh dari kita, mari isi kemerdekaan ini dengan pengabdian sesuai dengan profesi yang dimiliki. Yang menjadi petani, berbaktilah sebagai mana petani. Yang menjadi pelajar, tunduklah dan terus belajar. Yang menjadi guru, berusahalah sebisa mungkin untuk mencerdaskan dan mencetak generasi yang berkualitas, terkhusus kepada anak didik yang ada di naungan Raudlatul Ulum Al-Khaliliyah”, pangkas KH. Hanafi Khalil.












