LINTAS NEWS, SAMBAS – Setiap tahun, kedatangan 1 Muharram tidak hanya ditandai sebagai awal tahun baru Islam tetapi juga sebagai momen penting bagi umat Muslim di seluruh dunia untuk merayakan Hijriyah. Di Kecamatan Pemangkat Sambas, perayaan ini dirayakan dengan penuh semangat dan kegembiraan, dengan salah satu sorotan utamanya adalah Pawai Ta’aruf yang meriah.
Pawai Ta’aruf di Pemangkat Sambas bukan hanya sekadar prosesi berjalan-jalan, tetapi juga sebagai ungkapan syukur atas tahun baru Islam yang dimulai. Peserta pawai terdiri dari berbagai lapisan masyarakat, dari anak-anak hingga orang dewasa, yang memakai pakaian tradisional dan membawa berbagai atribut Islami seperti kaligrafi, alat musik tradisional, serta tanda-tanda religius lainnya.
Acara dimulai dari pagi hari di beberapa titik strategis Pasar Pemangkat Sambas. Setiap kelompok pawai membawa poster dan spanduk yang berisi pesan-pesan damai, toleransi, serta semangat untuk memulai tahun baru dengan penuh optimisme dan niat baik. Musik-musik khas daerah mengiringi langkah mereka, menciptakan suasana yang meriah dan menggugah semangat persatuan di antara partisipan dan penonton.

Selain aspek keagamaan dan budaya, Pawai Ta’aruf juga menjadi momen untuk mempererat tali persaudaraan antarwarga. Berbagai komunitas dan organisasi dari berbagai latar belakang turut serta dalam pawai ini, menggarisbawahi pentingnya keragaman dalam merayakan nilai-nilai bersama. Inilah yang membuat Pawai Ta’aruf tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga sebuah wadah untuk memupuk toleransi dan saling menghormati di tengah-tengah masyarakat yang heterogen.
Dengan semangat yang menyala-nyala, masyarakat di Pemangkat Sambas menandai 1 Muharram 1446 H dengan harapan baru dan tekad untuk menjalani tahun baru dengan penuh kebaikan dan ketakwaan. Pawai Ta’aruf bukan sekadar sebuah acara, tetapi simbol dari kebersamaan dan kekuatan komunal yang menjadikan Sambas sebagai tempat yang kaya akan tradisi dan nilai-nilai keagamaan yang mendalam. (Rb)












