lintasnews, Sambas – Masyarakat Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dalam beberapa hari ke depan. Kondisi cuaca pada awal September 2026 dinilai mendukung meningkatnya potensi terjadinya Karhutla apabila tidak diantisipasi sejak dini.
Peringatan tersebut disampaikan dalam kegiatan penyuluhan pencegahan Karhutla yang dilaksanakan Tim Karhutla Kabupaten Sambas, Selasa (1/9/2026), sekitar pukul 09.00 WIB, bertempat di Aula Kantor Camat Selakau, Jalan Sungai Nyirih, Desa Selakau, Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas.
Dalam pemaparan tim, potensi kemudahan terjadinya Karhutla dalam sepekan ke depan berada pada kategori sangat mudah.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius mengingat September 2026 masih berada pada periode curah hujan rendah dengan sifat hujan yang diperkirakan berada di bawah normal.
Situasi ini membuat masyarakat, khususnya yang beraktivitas di kawasan perkebunan, pertanian dan lahan terbuka, diminta tidak melakukan pembakaran secara sembarangan.
September Kering, Risiko Karhutla Meningkat
Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam penyuluhan, curah hujan pada September 2026 masih dominan berada dalam kategori rendah.
Kondisi tersebut berpotensi membuat bahan-bahan mudah terbakar di permukaan lahan menjadi lebih kering.
Namun, kondisi tersebut diperkirakan tidak berlangsung sepanjang tahun, Curah hujan mulai memasuki kategori menengah hingga tinggi pada Oktober 2026.
Artinya, masyarakat diminta memanfaatkan momentum perubahan cuaca tersebut untuk memperkuat upaya pencegahan dan tidak menunggu sampai api muncul dan meluas.
Desember 2026–Januari 2027 Berbalik:
Potensi Banjir Mengintai
Menariknya, kondisi cuaca diperkirakan mengalami perubahan signifikan menjelang akhir tahun.
Curah hujan pada Desember 2026 hingga Januari 2027 diproyeksikan berada dalam kategori sangat tinggi, dengan sifat hujan di atas normal. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko terjadinya banjir di sejumlah wilayah.
Sementara itu, curah hujan pada Februari 2027 diperkirakan berada dalam kategori menengah.
Perubahan ekstrem dari periode kering menuju periode curah hujan tinggi tersebut menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi dua ancaman sekaligus, yakni Karhutla saat periode kering dan banjir ketika curah hujan meningkat.
Jangan Tunggu Api Membesar
Tim penyuluhan menekankan bahwa pencegahan harus menjadi langkah utama dalam menghadapi ancaman Karhutla.
Masyarakat diimbau tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Apabila menemukan titik api atau indikasi terjadinya Karhutla, masyarakat diharapkan segera melaporkan kepada pihak terkait agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin.
Tim Penyuluhan Karhutla antara lain :
1. Brigjen TNI Dr. Budi Santoso S. I. P., M. H.
2. Kolonel Inf. Nurman Syahreda S.E
3. Kolonel Mar Jackson Roy P. Pauta, S.Tr.Han., M.Tr.Hanla
Pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut sederhana, tetapi sangat penting:
“Mencegah lebih baik daripada memadamkan.”
Dengan kondisi potensi kemudahan Karhutla yang berada pada kategori sangat mudah dalam sepekan ke depan, kewaspadaan masyarakat menjadi salah satu kunci untuk mencegah api berkembang menjadi bencana yang lebih besar.
Pemerintah bersama aparat dan masyarakat di Kabupaten Sambas diharapkan terus memperkuat sinergi, terutama dalam pemantauan wilayah rawan, edukasi masyarakat serta respons cepat terhadap setiap indikasi kebakaran.
Karena satu titik api yang dibiarkan dapat berubah menjadi persoalan besar bagi kesehatan, lingkungan, perekonomian dan keselamatan masyarakat. (Ft)












