lintasnews, Jakarta – Sejumlah personel Polri peserta Pendidikan Alih Golongan (PAG) dari Bintara ke Perwira yang telah mengantongi ijazah S1 dan S2 berharap Presiden Republik Indonesia dan Kapolri memberikan perhatian terhadap aspirasi mereka terkait kuota penyetaraan administrasi ijazah, jabatan, dan pangkat. (17-10-26).
Salah satu perwakilan kelompok yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan, para personel tersebut telah menempuh pendidikan tinggi secara mandiri dan dinyatakan lulus melalui rangkaian seleksi PAG yang ketat.
Menurutnya, kepemilikan ijazah sarjana dan pascasarjana, ditambah pengalaman dinas yang panjang, merupakan modal penting untuk mendukung peningkatan profesionalisme serta kualitas pelayanan kepolisian.
Para peserta juga telah melewati sejumlah tahapan seleksi, mulai dari pemeriksaan kesehatan, tes kesamaptaan jasmani, tes psikologi berbasis CAT, Tes Pengetahuan Kepolisian (TPK), hingga Tes Keterampilan Komputer (TKK).
Mereka menilai, pengalaman lapangan dan kualifikasi akademik yang dimiliki seharusnya dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pengembangan karier personel Polri.
“Harapan kami, ada kebijakan dan kuota khusus yang memberikan ruang bagi personel berijazah S1 dan S2 agar kualifikasi pendidikan yang telah ditempuh dapat dipertimbangkan sesuai kebutuhan organisasi,” ujar sumber tersebut.
Aspirasi ini juga dilatarbelakangi masa pengabdian para personel yang relatif panjang. Sebagian disebut telah berusia senior dan memiliki pengalaman menduduki jabatan strategis di satuan masing-masing.
Mereka berharap kebijakan penyetaraan dapat disusun secara transparan, objektif, dan tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku, tanpa mengabaikan kebutuhan organisasi maupun prinsip meritokrasi.
Selain menjadi bentuk penghargaan terhadap upaya peningkatan pendidikan secara mandiri, kebijakan tersebut diharapkan dapat memotivasi personel Polri lainnya untuk terus meningkatkan kompetensi akademik dan profesional.
Hingga berita ini disusun, aspirasi tersebut merupakan harapan dari kelompok personel yang bersangkutan. Belum terdapat keterangan resmi mengenai kemungkinan pemberlakuan kuota khusus penyetaraan ijazah, jabatan, dan pangkat bagi peserta PAG berpendidikan S1 maupun S2.
Para personel berharap Presiden dan Kapolri dapat mempertimbangkan aspirasi tersebut sebagai bagian dari upaya membangun SDM Polri yang profesional, modern, dan berintegritas.
(Rn)












