lintasnews, Sulut – Sebanyak 326 Calon Siswa Tamtama Infanteri TNI Angkatan Darat Gelombang II Tahun Anggaran 2026 resmi menyandang pangkat Prajurit Dua (Prada) setelah menempuh pendidikan intensif selama delapan minggu. Upacara penutupan dipimpin langsung oleh Panglima Kodam (Pangdam) XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus sebagai Inspektur Upacara, dengan Komandan Upacara Dansecata Rindam XIII/Merdeka Letkol Inf Ade Rohmat Wahyudin, S.I.P., M.H.I., M.Sc.
Momen pelantikan ini menjadi bukti nyata keberhasilan transformasi para pemuda sipil menjadi prajurit infanteri yang memiliki fondasi kemiliteran kuat, disiplin tinggi, dan mental tangguh. Postur tegap, suara komando yang lantang, serta gerakan presisi dari para lulusan baru menjadi atraksi visual yang memukau ratusan tamu undangan, termasuk Wali Kota Bitung Hengky Honandar, S.E., anggota DPRD Provinsi Sulut H. Ruslan Abdul Gani, S.Sos., M.M., serta jajaran Forkopimda dan pejabat militer lainnya.
Kegiatan berlangsung di Lapangan Hitam Secata Resimen Induk Kodam (Rindam) XIII/Merdeka, Kelurahan Girian Indah, Kecamatan Girian, Kota Bitung, tampak megah dan penuh semangat pada Rabu pagi (9/9/2026).
Sosok Letkol Inf Ade Rohmat Wahyudin tampil memukau saat bertindak sebagai Komandan Upacara. Ketegasan dan ketepatan gerakannya menjadi cerminan standar prajurit infanteri sejati yang harus ditiru oleh para lulusan. Bagi para siswa, kehadiran pimpinan satuan bukan sekadar simbol otoritas, melainkan motivasi visual bahwa kedisiplinan adalah harga mati dalam profesi keprajuritan.
Sebelum amanat dibacakan, Mayjen TNI Mirza Agus bersama Letkol Inf Ade Rohmat Wahyudin melakukan pemeriksaan pasukan secara teliti, memastikan setiap prajurit muda berada dalam kondisi prima dan siap menerima tanggung jawab baru.
Dalam amanatnya, Pangdam XIII/Merdeka membacakan Amanat Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) yang menekankan bahwa kelulusan ini adalah hasil dari kesungguhan, kerja keras, serta dukungan penuh dari lembaga pendidikan dan keluarga.
“Pelantikan ini adalah tonggak awal perjalanan panjang pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Saya mengingatkan pentingnya kesiapan sumber daya manusia dalam pembangunan kekuatan TNI AD. Kalian diproyeksikan untuk memperkuat Batalyon Teritorial Pembangunan (YonTP) di berbagai wilayah, sesuai kebutuhan organisasi,” ujar Mayjen Mirza Agus.
Ia juga mengajak generasi muda di Sulawesi Utara, Gorontalo, dan sekitarnya untuk memanfaatkan kesempatan bergabung dengan TNI AD melalui jalur resmi yang transparan dan tanpa dipungut biaya. “Jangan tergiur calo atau pihak yang menjanjikan kemudahan dengan uang. Ikuti seluruh tahapan melalui mekanisme resmi,” tegasnya.
Di akhir amanat, Pangdam berpesan agar seluruh prajurit baru senantiasa taat kepada pimpinan, menaati peraturan, serta memegang teguh Sumpah Prajurit, Sapta Marga, dan Delapan Wajib TNI. (Map)












