LINTAS NEWS – Nelayan di Desa Nusapati Kecapatan Sungai Pinyauh, Mempawah menempati rumah tak layak huni.
Yakob merupakan warga di Rt 01/RW. 04 tersebut tinggal bersama kakak dan keponakannya mengaku, pengasilan dari menangkap ikan tidak cukup untuk memperbaiki rumahnya yang berukuran 4×5 meter berdinding papan.
Dinas Perkimtan mencatat lebih 6.000 unit Rumah Tak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Mempawah. Salah satunya, rumah yang ditempati Yakob, Warga RT 01/RW 04, Desa Nusapati, Kecamatan Sungai Pinyuh.
“Ada saya dan kakak bersama anaknya, dua kepala keluarga (kk). Kata Yakob, Sabtu (10/08/24).
Sudah beberapa tahun ini Yakob menjalani kehidupan bersama kakak dan keponakannya di rumah tak layak huni itu.
Rumah tampak rabuh dan rentan roboh jika di terpa angin kencang, kondisi ini sangat berbahaya.
“Rentan roboh, tapi mau gimana lagi. Cm ini kemampuan kami, Katanya”
Dia mengaku hasilnya sebagai nelayan tradisional sangat kecil, sehingga hancukup untuk membeli kebutuhan sehari – hari.
“Sehari cuma 30 ribu, tapi Alhamdulillah bisa buat makan, tambah Yakob”
Oleh karena itu, Yakob berharap dapat perhatian dari pemerintah agar rumah nya di perbaiki lewat program Rumah Tak Layak Huni (RTLH) oleh Pemkab Mempawah.
***












