Polri Hadir Untuk Masyarakat, Aiptu Soeyadi Duhe Bersama Istri Berikan Seragam Sekolah Gratis Untuk anak Putus Sekolah

lintasnews, Sulut – Kepedulian sosial tidak selalu diukur dari besarnya nominal bantuan, melainkan dari ketulusan hati untuk mengangkat harapan mereka yang terpuruk. Sikap mulia ini ditunjukkan oleh Aiptu Soeyadi Duhe, S.Sos., anggota Reskrim Polsek Maesa Polres Bitung, bersama sang istri.

Berbekal kepedulian mendalam dan secara aktif mencari dan membantu anak-anak putus sekolah agar dapat kembali mengenyam pendidikan.

Salah satu buah dari upaya kemanusiaan ini terlihat pada kasus Muhammad Cesar Fatli Warouw, seorang siswa yang sempat putus sekolah. Aiptu Soeyadi, didampingi istrinya, melakukan pendampingan intensif mulai dari pengecekan ke sekolah asal siswa di SD Negeri 2 Bitung, hingga memfasilitasi perpindahannya ke SD Cerdik Cendekiawan di Kelurahan Girian Weru.

Tidak berhenti di situ, personel Polri ini juga turun langsung menemui orang tua siswa untuk membantu mengurus kelengkapan administrasi vital seperti akta kelahiran dan Kartu Keluarga (KK) sebagai syarat pendaftaran ulang.

Indriyanti Warouw, ibu kandung Muhammad Cesar, mengungkapkan rasa haru dan terima kasih yang mendalam atas bantuan yang diberikan oleh Aiptu Soeyadi dan istrinya. Baginya, kehadiran sosok polisi yang tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga peduli terhadap masa depan anaknya, adalah anugerah yang tak ternilai.

“Saya sangat berterima kasih dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Aiptu Soeyadi Duhe dan istri. Tanpa bantuan beliau, mungkin anak saya akan terus putus sekolah karena keterbatasan kami dalam mengurus administrasi. Kehadiran Polri bagi kami bukan sekadar pelindung, tapi juga sahabat yang siap membantu di saat kami kesulitan,” ujar Indriyanti.

Ia menuturkan bahwa proses pengurusan dokumen yang sebelumnya terasa rumit dan membingungkan, menjadi lebih mudah berkat pendampingan sabar dan profesional dari anggota Polsek Maesa tersebut.

Melalui aksi nyata ini, Aiptu Soeyadi berharap agar tidak ada lagi anak-anak di Kota Bitung yang kehilangan hak dasarnya untuk belajar hanya karena kendala administratif atau ekonomi. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling bahu-membahu memastikan setiap generasi muda mendapatkan akses pendidikan yang layak.

“Semoga apa yang kami lakukan ini dapat menjadi inspirasi. Pendidikan adalah kunci masa depan, dan kita semua memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan tidak ada satu pun anak yang tertinggal,” pungkasnya.

Kisah Aiptu Soeyadi Duhe menjadi bukti konkret bahwa semboyan “Polri untuk Masyarakat” hidup dalam tindakan nyata. Di tengah tugas berat menegakkan hukum, sentuhan kemanusiaan seperti inilah yang membuat institusi kepolisian semakin dekat, dicintai, dan dihormati oleh rakyat. (Map)