lintasnews, Kalbar – Aliansi Masyarakat Kalimantan Barat Bersatu menggelar aksi penyampaian aspirasi terkait isu lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) di Kota Pontianak, Jumat (14/8/2026).
Puluhan massa mengikuti aksi setelah melaksanakan salat Jumat di Masjid Mujahidin Pontianak. Massa kemudian bergerak menuju Bundaran Digulis untuk menyampaikan aspirasi, sebelum melanjutkan perjalanan ke Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Barat.
Dalam aksi tersebut, massa membawa sejumlah spanduk dan menyampaikan orasi. Salah satu spanduk bertuliskan “Umat Islam Bersatu”. Massa juga menyuarakan penolakan terhadap penyebaran budaya lesbian, gay, biseksual, transgender, dan queer (LGBTQ) yang mereka nilai perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah.
Aksi tersebut dipimpin Habib Rizal Alqadri. Dalam orasinya, ia menyampaikan bahwa kedatangan mereka merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi sosial di Kalimantan Barat, khususnya Kota Pontianak.
“Kami datang karena sayang, kami datang karena cinta. Kami ingin menyuarakan dan menegakkan amar ma’ruf nahi munkar di Kalimantan Barat, khususnya di Kota Pontianak,” ujar Habib Rizal dalam penyampaian aspirasinya.
Menurutnya, aspirasi tersebut muncul setelah adanya masukan dan permintaan dari sejumlah tokoh agama, habaib, ulama, asatid, serta pimpinan organisasi kemasyarakatan yang meminta agar persoalan LGBT mendapat perhatian.
Massa menilai fenomena LGBT semakin terlihat secara terbuka di ruang publik. Mereka meminta pemerintah dan pihak terkait mengambil langkah sesuai kewenangan dan ketentuan hukum yang berlaku.
Usai menyampaikan aspirasi di Bundaran Digulis, massa kemudian mendatangi Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Barat. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Barat bersama sejumlah anggota DPRD.
Dalam audiensi tersebut, perwakilan aliansi menyampaikan maksud kedatangan mereka serta sejumlah aspirasi terkait isu LGBT di Kalimantan Barat.
Sejumlah tokoh dan perwakilan organisasi turut hadir dalam audiensi. Di antaranya Habib Rizal Alqadri, Kiai Sardiyawan Umar, Ketua Majelis Syura Ustadz Andi Irhan, Bendahara DPD FPI Kalbar Ustadz Husnul Khalijin, Haji Karim sebagai tokoh masyarakat Pontianak Utara, Habib Rizieq bin Ibrahim Alqadri, Habib Hamzah Alqadri, Panglima SPM Kalimantan Barat Datuk Awaluddin, Ketua Ikama Kota Pontianak Masjuni SH, serta Sekjen Ikama Kota Pontianak Heri.
Turut hadir Panglima Muda LPM Ishak, Komandan KIL Apriansyah SPd, serta Yayan selaku Panglima Bala Komando.
Dalam kesempatan tersebut, perwakilan aliansi kembali menegaskan bahwa kedatangan mereka ke DPRD merupakan bagian dari penyampaian aspirasi masyarakat.
Mereka berharap DPRD Provinsi Kalimantan Barat dapat menindaklanjuti aspirasi tersebut melalui pembahasan sesuai kewenangan lembaga legislatif dan koridor hukum yang berlaku.
Sementara itu, pengamanan ketat dilakukan aparat kepolisian selama berlangsungnya aksi dan audiensi. Pengamanan dilakukan untuk menjaga situasi tetap aman, tertib, serta mencegah terjadinya gesekan selama massa menyampaikan aspirasi.
(Reni)












